Tanpa disadari, kita selalu berhadapan dengan bermacam-macam situasi dalam kehidupan sehari-hari. Sesekali mungkin Anda cenderung reaktif terhadap rangsangan emosi dari luar diri Anda karena memang situasi itu tidak bisa kita kendalikan. Sebagaimana kata pepatah: kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengendalikan layar.

Maksudnya adalah bahwa dalam banyak kesempatan, Anda tidak bisa mengendalikan orang lain, tapi Anda bisa mengendalikan sikap diri Anda ketika menghadapi orang lain.
Agar tidak terjebak pada situasi negatif, maka aura positif diri Anda adalah kuncinya. Aura positif dapat membantu kehidupan sehari-hari lebih baik. Meskipun demikian, ternyata aura positif itu tidak semudah untuk mengucapkannya. Itulah mengapa butuh praktik terus menerus, sehingga bisa memunculkan aura positif yang konsisten. Aura positif ini bisa dimulai dari pikiran positif.

Bila mana potensi energi aura positif ditimbulkan maka sebuah kepastian akan keberuntungan akan semakin tampak jelas berpihak pada dirinya. Di luaran sana banyak orang yang kurang beruntung dalam hidupnya, baik kesehatan, ekonomi, asmara dan lain sebagainya, disebabkan karena beberapa hal. Penyebab utamanya adalah aura negatif yang menyelimuti diri orang tersebut.

Kegagalan hidup. manusia itu sebenarnya tidak perlu terjadi apabila mereka mengetahui ten tang potensi yang ada pada dirinya. Sebenarnya potensi yang ada pada setiap manusia itu sangatlah dasyhat. Namun kenapa hal ini bisa terjadi?

  • Manusia lupa akan kodratnya

Karena kebanyakan mereka (baca: manusia) melupakan akan kodratnya sebagai manusia. Pada hakekatnya manusia itu sebenarnya adalah “lemah” namun tidak mau mengakui kelemahan yang ada pada dirinya. Kalau diri kita ini makhluk yang lemah, pastinya ada yang kuat bahkan yang Maha Kuat, lalu siapa yang Maha Kuat tersebut? jawabannya adalah Allah. Maka mintalah kepada TuhanMU, engkau akan diberi kesenangan dan kebahagiaan yang hakiki, tentunya sesuai dengan tahapan dan prosedur yang benar. Salah satu contoh jika manusia itu lemah namun tidak mengakui kelemahannya adalah dengan sikap sombong. Tidak sedikit manusia yang menerapkan kehidupannya dengan memunculkan sikap sombong pad a dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal
sebenarnya kesombongan adalah bukan milik kita, orang yang sombong adalah orang yang tidak mengakui kelemahannya. Karena mereka “merasa “bahwa kekayaan yang dimilikinya dia peroleh dari dirinya sendiri, padahal semua itu pastinya ada campur tangan Allah.

  • Lupa akan Fitra dirinya

Banyak manusia yang , melupakan fitra yang ada pada dirinya. Pada hakekatnya Allah menciptakan kita semua tidak untuk mengalami kegagalan, namun untuk meraih
kesuksesan. Sudah terlalu banyak kelebihan-kelebihan yang sudah diberikan Allah kepada kita segala fitur yang serba canggih. Namun karena kelemahan (baca: malas) kita sendiri,
sehingga kita tidak mengoptimalkan fitur yang super canggih tersebut dengan semestinya.

  • Salah memasukan program

Memasukan program yang salah pada dirinya. Andaikan diri kita adalah seperangkat computer, maka komponen tubuh manusia terdiri dari perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Dalam hardware tentunya terdapat hardisk dengan kapasitas yang sangat luar biasa dan tidak terbatas serta memori yang mempunyai speed atau kecepatan yang  super tinggi. Sifat original manusia atau original product tidak dirancang untuk berpikir negatif, namun pada kenyataannya banyak sekali data yang salah dengan berpikir negatif tersebut dimasukan kedalam computer, sehingga computer terjangkit virus, sehingga mengakibatkan system yang ada pada computer menjadi terganggu. Sistem yang demikian inilah yang menghambat pencapaian sebuah kesuksesan. Aura yang buruk dihasilkan dari pemikiran yang buruk pula, begitu sebaliknya aura yang baik atau positif dihasilkan dari pemikiran yang baik pula.