Tanpa disadari, kita selalu berhadapan dengan bermacam-macam situasi dalam kehidupan sehari-hari. Sesekali mungkin Anda cenderung reaktif terhadap rangsangan emosi dari luar diri Anda karena memang situasi itu tidak bisa kita kendalikan. Sebagaimana kata pepatah: kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengendalikan layar.
Maksudnya adalah bahwa dalam banyak kesempatan, Anda tidak bisa mengendalikan orang lain, tapi Anda bisa mengendalikan sikap diri Anda ketika menghadapi orang lain.
Agar tidak terjebak pada situasi negatif, maka aura positif diri Anda adalah kuncinya. Aura positif dapat membantu kehidupan sehari-hari lebih baik. Meskipun demikian, ternyata aura positif itu tidak semudah untuk mengucapkannya. Itulah mengapa butuh praktik terus menerus, sehingga bisa memunculkan aura positif yang konsisten. Aura positif ini bisa dimulai dari pikiran positif.
Bila mana potensi energi aura positif ditimbulkan maka
sebuah kepastian akan keberuntungan akan semakin tampak
jelas berpihak pada dirinya. Di luaran sana banyak orang yang
kurang beruntung dalam hidupnya, baik kesehatan, ekonomi,
as mara dan lain sebagainya, disebabkan karena beberapa hal.
Penyebab utamanya adalah aura negatif yang menyelimuti
diri orang tersebut.

Kegagalan hidup. manusia itu sebenarnya tidak perlu
terjadi apabila mereka mengetahui ten tang potensi yang
ada pada dirinya. Sebenarnya potensi yang ada pada setiap
manusia itu sangatlah dasyhat. Namun kenapa hal ini bisa
terjadi?
1. Manusia lupa akan kodratnya
Karena kebanyakan mereka (baca: manusia) melupakan
akan kodratnya sebagai manusia. Pada hakekatnya manusia
itu sebenarnya adalah “lemah” namun tidak mau mengakui
kelemahan yang ada pada dirinya. Kalau diri kita ini makhluk
yang lemah, pastinya ada yang kuat bahkan yang Maha Kuat,
lalu siapa yang Maha Kuat tersebut? jawabannya adalah
Allah. Maka mintalah kepada TuhanMU, engkau akan diberi
kesenangan dan kebahagiaan yang hakiki, tentunya sesuai
dengan tahapan dan prosedur yang benar. Salah satu contoh
jika manusia itu lemah namun tidak mengakui kelemahannya
adalah dengan sikap sombong. Tidak sedikit manusia yang
menerapkan kehidupannya dengan memunculkan sikap
sombong pad a dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal
sebenarnya kesombongan adalah bukan milik kita, orang yang
sombong adalah orang yang tidak mengakui kelemahannya.
Karena mereka “merasa “bahwa kekayaan yang dimilikinya
dia peroleh dari dirinya sendiri, padahal semua itu pastinya
ada campur tangan Allah.
2. Lupa akan Fitra dirinya
Banyak manusia yang , melupakan fitra yang ada pada
dirinya. Pada hakekatnya Allah menciptakan kita semua
tidak untuk mengalami kegagalan, namun untuk meraih
kesuksesan. Sudah terlalu banyak kelebihan-kelebihan yang
sudah diberikan Allah kepada kita segala fitur yang serba
canggih. Namun karena kelemahan (baca: malas) kita sendiri,
sehingga kita tidak mengoptimalkan fitur yang super canggih
tersebut dengan semestinya.
3. Salah memasukan program
Memasukan program yang salah pada dirinya. Andaikan
diri kita adalah seperangkat computer, maka komponen tubuh
manusia terdiri dari perangkat lunak (software) dan perangkat
keras (hardware). Dalam hardware tentunya terdapat hardisk
dengan kapasitas yang sangat luar biasa dan tidak terbatas
serta memori yang mempunyai speed atau kecepatan yang
super tinggi. Sifat original manusia atau original product tidak
dirancang untuk berpikir negatif, namun pada kenyataannya
ban yak sekali data yang salah dengan berpikir negatif
tersebut dimasukan kedalam computer, sehingga computer
terjangkit virus, sehingga mengakibatkan system yang ada
pada computer menjadi terganggu. Sistem yang demikian
inilah yang menghambat pencapaian sebuah kesuksesan.
Aura yang buruk dihasilkan dari pemikiran yang buruk pula,
begitu sebaliknya aura yang baik atau positif dihasilkan dari
pemikiran yang baik pula.